# Raihlah Hidayah itu…#

Waktu shalatpun tiba,Ali lalu mengambil air wudhu dan shalat di tepi mobilnya yang ia parkir.Begitu khusyuk dia bermunajat kepada Tuhannya,Dan seketika itu Tuan nya memanggil dan mencari-carinya,

“Ali,dimana kamu?saya mau taruhan balap kuda,nomornya besar atau kecil?” Tuan bertanya.

“Ali jawab pertanyaanku,saya harus pasang nomor besar atau kecil?apakah besar menurutmu?”

***

Ali yang sedang melakukan shalat dia tetap tenang hingga sampai rakaat terakhir dan salam.Tuan nya berfikir ali menggelengkan kepala atas pertanyaannya hingga  memutuskan untuk memasang nomor kecil.

“Pasang nomor kecil,tadi waktu aku tanya ali apa pasang nomor besar dia geleng kepala,berarti nomor kecil,cepat pasang buatku” ucapnya kepada teman-temannya.

Dan ternyata pemikirannya benar dengan gelengan sang ali,si Tuan pun memenangkan taruhannya.

***

Keesoka harinya kejadian serupapun kembali terulang,namun kini sang ali sedang dalam tahyat akhir,dan si bos kembali bertanya.

“Ali saya pasang angka berapa?lima atau tiga?”

Ali menunjukan jari manisnya (tahyat akhir) sebelum ali selesai sampai salam,si Tuan telah pergi meninggalkan ali dan berkata kepada teman-temannya.

“Ali bilang pasang nomor satu,ayo cepat pasang yg banyak buatku”celotehnya.

Dan lagi si Tuan memenangkan taruhan itu.

Suatu ketika tuan nya ini bertanya kepada ali,kenapa dia begitu rajin beribadah padahal dia tidak bisa melihat Tuhannya.Dan sang ali pun menjawab dengan rendah hati.

“Saya memang tidak dapat melihat Tuhan ku,Tapi saya yakin dan percaya Dia dapat melihat dan mengawasiku.”

“Saya kagum padamu ali,kau begitu menjunjung tinggi agamamu,Dengan Tuhanmu saja yang kamu tidak bisa melihatnya,namun kau masih terus melaksanakan kewajibanmu sebagai hamba.Apalagi saya Tuan mu yang setiap hari dapat kau lihat,cara kerjamu memikat hatiku untuk tahu lebih dalam apa itu islam.Bisakah kau ajari aku bagaimana kamu berdoa,puasa dan lain sebagainya?”

Sang Tuan pun akhirnya memeluk islam,karena sikap ali yang begitu menjunjung tinggi hak dan kewajibannya yang tidak hanya sebagai pekerja tapi juga urusannya dengan sang Pencipta.

Hidayah itu harus kau raih sahabatku,terkadang kita sudah mengetahui suatu kebenaran namun enggan untuk memulai perubahan.Menunggu hidayah datang menyapa,tanpa ada aksi nyata.

Advertisements

4 thoughts on “# Raihlah Hidayah itu…#

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s