Ramadhan Di Hong Kong

Masih seperti tahun sebelumnya, ini Ramadhanku yang ke lima berada di negeri Jackie Chan ini. islam menjadi agama minoritas karena kebanyakan warga sini tidak beragama, sebagian mereka memeluk kristen, budha, hindu dan lainnya hanya berapa persen saja dari penduduk yang ada.

Image

Jika bulan lainnya disibukan dengan pekerjaan, kegiatan organisasi atau lain halnya tidak begitu merasa rindu tanah air. tapi jika Ramadhan seperti ini, rindu suasana kampung halaman, keluarga, saudara, teman begitu terasa.

Alhamdulillah masih diberi kesempatan bertemu dengan bulan yang penuh berkah ini. Suasana disini terutama weekend tidak kalah seperti di tanah air, Karena banyak yang menjajakan makanan khas untuk berbuka seperti di kampung halaman. Berbagai makanan tersedia, dari kolak, es campur, kurma, kue kering/basah dsb. Ini mengingatkan aku dengan daerah rumahku disekitar perempatan Atrium Senen jakarta Pusat, dimana disana menjual aneka makanan penganan untuk berbuka. Tapi kalau di hari biasa masak sendiri, masakan ala Indonesia tentunya. Walau rasanya mungkin beda tapi seru apalagi suka kirim-kirim makanan ke teman blok sebelah dan diapun sama kirim balik makanan dengan yang lain.

kesibukan dengan organisasi membuat aku tidak begitu merasa kesepian, apalagi teman-teman yang saling mendukung satu sama lain. memanfaatkan waktu sebaik mungkin mengisinya dengan hal-hal yang bermanfaat. Apalagi suasana ramadhan seperti ini kegiatan-kegiatan BMI HK full dari biasanya. hampir tiap organisasi islam maupun organisasi lain, mereka mengadakan pengajian akbar, pelajaran tentang agama lebih ditingkatkan seperti mengaji dan sholat berjamaahnya.

kalau di tanah air ada yang membangunkan sahur dengan alat musik atau semacamnya, adzan dengan pengeras suara. Disini kita mandiri, saling membangunkan antara teman lewat telephon tapi ya sahurnya sendiri dirumah masing-masing. Sholat taraweh berjamaah seminggu sekali kalau libur karena hari biasa kerja, setelah selesai kerja sholat sendiri.

ramadhan disini ada tantangan tersendiri, dari mulai cuaca yang panasnya naudzubillah sampai nembus kulit, serasa di oven/panggang. Belum lagi orang sekitar yang makan minum disembarang tempat, matapun dimanjakan dengan pemandangan yang aduhai apalagi sekarang sedang “summer” tahu sendiri bagaimana dandanan mereka ketika musim panas tiba. hmmmm…. pokoknya kalau meliarkan pandangan gak akan sanggup deh tuk melihat semuanya.

Adapun itu semua dijadikan tantangan sendiri, banyak kawan yang sudah pulang ke tanah air. Mereka dengan leluasa beribadah tapi katanya bawaannya malas, beda dengan waktu kita di Hong Kong.

Nah makanya manfaatkan waktu dengan sebaik mungkin, sehingga dimanapun berada tetap terjaga iman islamnya. Amin Allahumma amin Yaa Robbal alamin…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s